Seorang dokter dari RSUD Pamekasan, Syaiful Hidayat.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Seorang dokter dari RSUD Pamekasan, Syaiful Hidayat, menjelaskan bahwa kasus campak di Bumi Gerbang Salam menyasar 109 orang, mayoritas anak-anak.
"109 orang yang terpapar tersebut terdata mulai dari September 2022 sampai Januari 2023, di seluruh Pamekasan," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (2/2/2023).
BACA JUGA:
- YBM PLN Madura Tebar 230 Paket Daging Kurban untuk Warga Dhuafa Pamekasan
- Dihadiri Mendikdasmen, Puluhan Siswa Pingsan Saat Senam Anak Indonesia Sehat di Pamekasan
- Dugaan Penipuan Umrah di Pamekasan Memanas, Korban Kini Digugat Balik Agensi
- Bupati Pamekasan Tiga Kali Tinjau SGMRP Demi Sukseskan Puncak Hardiknas Jatim 2026
Sampai saat ini, kata Syaiful, tedapat 5 anak yang dirawat RSUD Pamekasan dan 4 lainnya di RS Muhammad Noer. Akibat campak, ada 2 anak di Pamekasan yang meninggal dunia.
"Campak ini menyerang kebanyakan anak-anak umur 3-4 Tahun, ada yang meninggal di RS Muhammad Noer, 2 orang," jelasnya.
Menurut dia, campak bisa sangat fatal apabila anak yang terpapar mengalami gizi buruk dan faktor kurangnya imunisasi.
"Memang kasus campak ini bisa fatal terutama saat gizinya buruk selain faktor-faktor imunisasi juga gizi," pungkasnya. (dim/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




