Wabah Difteri masih Hantui Warga Blitar, Penderita Terus Bertambah

Wabah Difteri masih Hantui Warga Blitar, Penderita Terus Bertambah ORI Difteri di Kecamatan Sanankulon

"Jika yang terserang usianya anak-anak yang kita ORI hanya sampai usia 15 tahun, namun ketika yang terserang orang dewasa maka sampai pada batas usia warga yang terserang itu kita ORI semua, " jelasnya.

ORI tersebut akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan, kepada 13.309 sasaran, oleh petugas dari Puskesmas Sanankulon. Dinkes sendiri menyatakan jika pelaksanaan ORI difteri tersebut sudah dikonsultasikan dengan provinsi, karena yang menyediakan vaksin adalah provinsi.

"Kami konsultasi dengan provinsi terkait keadaan di lapangan, dan begitu di setujui ya kami langsung lakukan ORI, karena memang penyebaran difteri ini sangat cepat dan hanya lewat udara, sehingga kita juga harus mengambil langkah yang cepat pula, " jelasnya.

Kasus difteri di Kabupaten Blitar pada tahun 2016 ini memang mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2015 lalu. Tahun 2016 sampai bulan Oktober ini tercatat ada 56 kasus difteri, sementara pada tahun 2015 lalu hanya ada 44 kasus. Bahkan berdasarkan data Dinkes mencatat ada dua warga Kabupaten Blitar yang meninggal dunia akibat penyakit yang menyerang saluran pernafasan tersebut, di tahun 2016.

"Kami imbau agar semua masyarakat utamanya yang memiliki balita agar melakukan imunisasi lengkap kepada balitanya karena bisa jadi menjangkitnya difteri ini disebabkan karena orang tua yang lalai untuk mengimunisasikan balitanya, " pungkasnya. (tri/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO