Kondisi jembatan di Desa Kedungharjo yang ambrol pasca selesai dibangun akhir tahun lalu. foto: AHMAD/ BANGSAONLINE
"Anggaran 2017 tidak muncul, tapi kata pak Kholik Kepala Pekerjaan Umum, tetap dilanjutkan," tutur Endang.
Endang mengaku sudah melaporkan ambrolnya jembatan tersebut ke Pemerintah Kecamatan Bangilan untuk segera ditangani.
Sementara, hal serupa juga terjadi di Desa Sidodadi. Jembatan usaha tani di Dusun Mundri yang baru selesai dibangun 2 tahun lalu juga ambrol. Pantauan di lokasi, papan nama sebagai informasi terkait proyek jembatan ini juga tidak dipasang oleh penggarap.

(Jembatan di Dusun Mundri, Desa Sidodadi yang putus)
Bangsaonline.com yang mencoba mengonfirmasi terkait hal ini ke UPTD terkait dan Dinas Pekerjaan Umum selaku pengawas sarana dan prasarana tak mendapatkan jawaban. Petugas setempat mengatakan bahwa ambrolnya jembatan tersebut merupakan tanggung jawab Dinas Pertanian karena masuk pada jalan usaha tani. (ahm/wan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






