Minggu, 28 Februari 2021 16:11

Warga Puncu Temukan Lima Arca Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit

Sabtu, 16 Januari 2021 19:53 WIB
Editor: Redaksi
Wartawan: Muji Harjita
Warga Puncu Temukan Lima Arca Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit
Tunggal dan lima arca yang ditemukan. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Lima buah arca diduga peninggalan Kerajaan Majapahit ditemukan warga di Dusun Dorok, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Arca-arca setinggi 40 - 60 cm tersebut ditemukan salah seorang warga saat menggali tanah di lahan lereng Gunung Kelud, untuk keperluan dijual sebagai tanah uruk.

Kelima arca tersebut diduga adalah Ganesha, Agastya, Shiwa, Dewi Parwati/Durga, dan Mahakala. Kelimanya ditemukan oleh seorang penggali tanah di titik berbeda, namun masih dalam lokasi yang sama.

Tunggal (51), Ketua RT 1 RW 3 Dusun Dorok Desa Manggis Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, menjelaskan bahwa kelima arca tersebut sebenarnya sudah ditemukan pada bulan November 2020 lalu. Namun, oleh si penemu baru dilaporkan ke dirinya sebagai Ketua RT, Jumat (15/1) kemarin.

"Pelaporan penemuan arca tersebut memang terlambat. Tapi itu dilakukan semata-mata karena menunggu proses penggalian tanah uruk di lahan Pak Didit itu selesai semua," kata Tunggal ketika ditemui BANGSAONLINE.com di rumahnya, Sabtu (16/1).

Setelah mendapat laporan penemuan arca, Tunggal lalu melapor ke pemerintah desa dan mengamankan kelima arca tersebut ke rumahnya.

"Bersama Pak Kasun, kelima arca tersebut kami ambil dari rumah Pak Sukarno. Sekarang kelima Arca tersebut sudah tersimpan di rumah saya, menunggu petugas dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri datang mengecek," ujar Tunggal.

Menurut Tunggal, yang mengetahui ada penemuan arca adalah Sukarno (45). Ia saat itu mengawasi proses penggalian tanah. Ketika tanah digali sedalam sekira 1 meter, ditemukan 4 arca.

"Selang dua hari, ditemukan 1 arca lagi di tempat berbeda, tapi di lokasi penggalian yang sama, jaraknya sekitar 5 meter dari tempat ditemukannya keempat arca yang ditemukan pertama," terang Tunggal.

Ditambahkan oleh Tunggal, bahwa tempat di mana ditemukan lima arca tersebut berjarak sekitar 1 km arah timur dari Candi Dorok yang ditemukan sebelumnya.

Sementara itu, Yuli Marwantoko, Kabid Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri mengatakan akan melakukan pengecekan pada hari Minggu (16/1/2021) besok, bersama tim.

“Benar kami dapat laporan dari masyarakat mengenai penemuan benda purbakala dalam bentuk arca itu. Pada hari Minggu besok kami akan mengecek ke lokasi," kata Yuli.

Berdasarkan foto yang diterima, Yuli Marwantoko menduga kelima arca yang ditemukan itu adalah Arca Ganesha, Agastya, Siwa, Dewi Parwati, dan Mahakala. (uji)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 28 Februari 2021 10:23 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE com - Rakyat Indonesia sudah lama menunggu karya anak bangsa. Dalam segala bidang. Termasuk vaksin. Agar tak selalu tergantung pada bangsa lain.Nah,  saat semua negara panik karena pandemi Covid-19, lahir vaksin nusantara,...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...